Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

1 Muharram 1440 H Jatuh Di Hari Selasa Benarkah Banyak Derita?

Sumber gambar : dokumen pribadi

 

Beberapa hari yang lalu ada undangan untuk ikut hadir Yasinan dari tetangga. Saat datang ke sana, tampak riuh dan masih asing dengan wajah-wajah baru. Meskipun masih satu komplek, aku belum mengenal semua, hanya beberapa ibu yang sudah sering berjumpa karena berdekatan dengan rumah kami.

Di acara tetangga itu, seusai rebana ditabuh dilanjutkan dengan tausiah dari seorang Ustaz yang sudah berumur dan berkharisma. Beliau cukup dekat dengan para tamu undangan yang hadir. Salah satu nasehatnya adalah tentang 1 Muharram 1440 H, jatuh pada hari Selasa. Menurut beliau bila 1 Muharram hari Selasa, maka setahun ke depan akan banyak terjadi hal yang tidak menyenangkan. Untuk itulah banyak berdoa dan mawas diri menyambut tahun baru Muharram.

Aku tertegun mendengar untaiannya. Apa iya? Mau bertanya sungkan. Akhirnya hanya disimpan dalam benak.

Sepulang dari rumah tetangga berdiskusi dengan suami tentang 1 Muharram yang jatuh di hari Selasa, tapi hasilnya tumpul. Bertanya ke salah satu guru kami (yang lain), alhamdulillah mendapat pencerahan.

***

Guru kami menjelaskan  “Secara sunatullah bulan senantiasa beredar dan hal yang niscaya, terjadilah perubahan hari. Akan tetapi bukanlah berarti bila Muharram dimulai hari Selasa, maka akan banyak hal yang tidak baik muncul. Ala Ya’lamul Ghaiba Ilallah, sekalipun memang Allah Swt. Menciptakan sesuatu yang tidak disukai itu pada hari Selasa. Sebagaimana sabda Nabi, dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam mengambil tanganku dan bersabda:

“Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, kemudian menjadikan di dalamnya gunung-gunung pada hari Ahad, lalu menciptakan pepohonan hari Senin, kemudian menciptakan hal yang dibenci (kesusahan) hari Selasa,

Lalu menciptakan cahaya pada hari Rabu, menebarkan binatang melata di bumi pada hari Kamis, dan menciptakan Adam ‘alaihi salam ba’da Ashar  pada hari Jumat, sebagai makhluk terakhir, di waktu terakhir pada saat-saat Jumat, antara waktu Ashar hingga malam menjelang (Maghrib).” (HR. Muslim No. 7231)

Hal-hal yang terjadi di dunia adalah Rahasia Allah Swt. Karenanya hanya Dia-lah yang mengetahui hal ghaib yang menimpa manusia.

***

Mendapat penjelasan seperti di atas meluruskan kembali kekhawatiran. Satu detik setelah ini pun tidak tahu apa yang akan terjadi, apakah senang atau lara. Apalagi setahun ke depan dan selanjutnya. Hanya bisa berusaha mendidik diri untuk mengimani apa yang terjadi sebagai bagian dari takdir-Nya. Itupun seringkali terkelupas dengan keluhan yang tiada henti. Ah, sabar dan ikhlas memang bukan perkara yang mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.