Berbagi Ilmu, Bermain &Belajar ke Pelosok Batulicin

Hampir setahunan aktivitas mengajak anak-anak, untuk ke sebuah sekolah TK di pedalaman Batulicin, Sarigadung, selalu mempunyai cerita. Tidak rutin setiap bulan. Bergiliran dengan beberapa teman untuk bersilaturahmi dan berbagi ilmu dengan ibu-ibu wali murid TK.

Jpeg

Halaman sekolah yang menyambut pertama kali, sepiii… 🙂

Aktivitas ini saya masukkan di kegiatan insidental sebagai bagian dari kegiatan homeschooling anak, berjalan-jalan sambil bermain dan belajar.

Batulicin terletak di Kalimantan Selatan. Kurang lebih 6 jam perjalanan dari Banjarmasin. Tujuan kesana adalah untuk berbagi ilmu. Ilmu tentang kehidupan. Perjalanan ke Sarigadung membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor.

Wajah-wajah polos para ibu-ibu wali murid TK yang sedang beristirahat menunggu dan menemani anak-anaknya menyambut kedatanganku. Mereka terasa asing bagiku, wajah-wajah wali murid baru di Tahun ajaran baru. Melewati perkotaan, kota kecil Batulicin, semak belukar, hingga akhirnya sampai ke sana.

Anak-anakku selalu senang jika diajak ke Sarigadung. Mereka suka bermain perosotan dan ayunan. Selain untuk refresing dan berbagi ilmu, mengajak anak juga bertujuan untuk tahu bagaimana berbicara di depan umum dan berbagi sedikit ilmu.

Sebelum berceramah, selalu ada debar-debar tak karuan. Khawatir salah bicara. Khawatir bahasanya terlalu tinggi. Khawatir materi yang akan disampaikan lupa. Khawatir audiens adalah orang yang berilmu. Ya itu rasa khawatir yang selalu bermunculan di hati saat akan berbicara di depan para ibu-ibu wali murid TK.

Saat materi tausiah sudah disampaikan ada rasa plong di dada. Selanjutnya adalah debar-debar menyambut pertanyaan-pertanyaan. Ilmu yang minim dan kemantapan hati untuk berbagi, menjadi modal untuk menjawab. Bukan karena lebih tahu, tapi belajar bersama dengan para audiens yang rata-rata seumuran dan ada yang lebih berumur juga.

Usai memberikan tausiah, saatnya anak-anak bermain. Ada rasa senang, melihat mereka gembira. Ada rasa haru karena melihat mereka baru diajak keluar rumah dan senang bermain sejauh ini. Kenapa? Karena aktivitas seringkali di rumah saja, dan kegiatan diluar rumah bisa dihitung dengan jari. Tapi tak ada kata lain selain bersyukur, alhamdulillah.

Jpeg

sepi, usai wali murid dan anak-anak pulang sekolah. Na dan Ikal yang senang di foto 🙂

 

Dengan mengajak anak-anak jadi mengenalkan sisi kehidupan orang lain yang jauh dari rumah. Sisi kehidupan sekolahan di pinggiran Kota Batulicin.

Apa yang anak peroleh? tentu saja lingkungan alam yang masih fresh, suasana baru, tempat main, dan prakarya yang dipraktekkan di rumah. Setelah melihat-lihat koleksi krativitas anak-anak TK disana, jadi terinspirasi untuk membuat mainan SeTik (sendok batik) untuk bungsu kami. 🙂

Setik yang simple 😀 tapi menyenangkan buat anak usia 5,5th karena bersama-sama membuatnya. 🙂

Leave a Comment

 

— required *

— required *