Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Berhati-hati dengan Air Galon

Manusia hidup tidak bisa lepas dari air. Bila berhari-hari tak makan masih bisa bertahan. Tapi tidak demikian bila tidak minum. Tubuh tak kuasa menahan dahaga, ia akan melemas, tidak fokus, dan bahkan bisa meregang nyawa.

Tubuh kita sebagian besar terdiri dari cairan yang bersumber dari air. Minum delapan gelas perhari adalah sebuah kebutuhan untuk menjaga kebugaran tubuh. Jenis air yang paling baik untuk dikonsumsi adalah air bening. Meminum air putih/bening menjadi kebutuhan dasar setiap manusia.

Beberapa hari yang lalu, kami membeli air isi ulang untuk mencukupi kebutuhan air minum di rumah. Maklumlah di rumah adanya air keran PDAM. Ada rasa khawatir saat akan memasak dan meminumnya. Bila saja penyulingan air keran itu dari sungai atau dari laut, yang dalam perjalanan menuju rumah melewati pipa besi atau semacamnya. Hingga air tidak higienis lagi untuk diminum. Jadilah mengandalkan air isi ulang.

Biasanya air galon ini langsung diminum, kecuali bila membutuhkan air panas untuk membuat susu. Ada rasa segar di tenggorokan saat meminumnya. Tapi rupanya kesegaran air galon tidak bisa dinikmati pada saat itu. Dari tiga galon yang diisi, ada satu galon yang airnya berbau plastik.

Isi ulang galon biasanya di tempat tetangga.  Kejadian kali itu memunculkan banyak tanya di benak. Apakah ada yang tidak beres dengan peralatan air isi ulang?

Apa pada saat dibersihkan kurang sempurna?

Atau pada saat disterilkan terlalu lama, sehingga plastik galon berbau?

Entahlah, yang jelas satu galon itu di buang semua. Sayang memang, tapi mau bagaimana lagi daripada isi badan menjadi korban.

Kajadian air isi ulang galon berbau menjadi pelajaran, tidak selamanya air galon itu baik untuk dikonsumsi. Solusinya, kami pun berpindah langganan air isi ulang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.