Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

General Medical Check Up atau Jualan Obat?

sumber  gambar: google

Telinga dan mata serasa terbius kalau sudah mendengar  dan melihat kata –diskon.

Eh, enggak tunggu dulu ini bukan sekadar tertarik dengan harga yang terjun bebas itu. Ini juga tentang rasa penasaran tentang apa saja dan bagaimana mereka menyampaikan sebuah informasi kesehatan.

Okelah, aku mau. Iya, aku terbius dan penasaran dengan seorang tenaga kesehatan keliling, atau mungkin lebih tepat dibilang sales kesehatan.

“Jadi ibu, kami dari klinik kesehatan dari Banjarmasin, mau sosialisasi general medical check up lewat cek darah…” si pemuda kurus itu antusias menawarkan  jasanya di depan rumah.

“Ini data yang akan di cek dari darah Ibu yang diambil. Biasanya harga semuanya Rp. 600,000 lebih. Tapi karena ini sosialisasi, jadi kami beri harga Rp. 50.000,- saja,” lanjutnya lagi

Aku serasa tak percaya, masa iya semurah itu. Terdorong rasa ingin tahu, okelah fix.

“Ada yang perempuan engga, Mas. Aku mau diperiksa yang perempuan saja,” ucapku.

“Ada, Bu. Sebentarlah ulun panggilkan,” katanya lagi sambil pergi ke arah teman-temannya sedang melakukan promosi.

Cek darah pun dilakukan, Si pemuda kurus ditemani oleh seorang perempuan dengan paras ketimuran kembali ke depan rumah.  Dari logat bicaranya, mungkin ia berasal dari Maluku.

Seusainya menunggu lama untuk bisa mengetahui hasilnya, karena peralatan hanya satu sedangkan yang diperiksa ada beberapa orang.

 Akhirnya satu teman kedua orang tadi datang  dengan membawa satu box abu-abu yang ternyata berisi mikroskop. Alat itu dikeluarkan, laptop di hubungkan dengan mikroskop. Setelah terhubung, aku terpana, ada juga ya aplikasi kesehatan di komputer yang bisa terhubung dengan mikroskop. Benar-benar kudet, gerutuku.

Si Mbak yang katanya analis kesehatan dari Amuntai ini dengan cepatnya menjelaskan kondisi setetes darahku.

“Ibu, di sini bisa dilihat, darah Ibu banyak yang menggumpal…bla..bla..bla…bla…Ibu suka makan gorengan?”

“Iya,” jawabku

“Bla..bla..bla. Ibu jarang minum susu ya? Ini kelihatan dari kondisi tulangnya,” lanjutnya

“Suka makan nasi panas dengan mie ya,” tanyanya lagi

“Iya,” jawabku.

“Bla..bla..bla..”

Ini apa benar setetes darah bisa memberikan informasi banyak, batinku. Mungkin ada benarnya, dilihat dari pertanyaan yang menjurus terhadap kondisi badan yang kadang kurang enak.

“Ibu, sering minum air hangat minimal pagi hari. Kurangi makan nasi panas, jangan minum yang dingin, makan buah semangka kuning, Bu, biar tensi darah Ibu normal, dan ini ada resep obat yang kami tawarkan,” lanjutny lagi

Obat? Darimana aku dapat obat begitu? Batinku

Singkat cerita, Si Embak itu menawarkan tiga obat herbal untuk masalah kesehatanku dari hasil analisanya. Tapi hanya satu yang menarik dan aku pun membelinya.

Mereka pun berpamitan, karena waktu sudah senja.

“Umi, tadi Guru Ngajiku berpesan agar hati-hati kalau ada orang yang mengaku tenaga kesehatan. Mereka itu jualan obat,” Si Sulung menyampaikan pesan guru mengajinya di TPA

“Apa lagi yang disampaikan Bu Guru tadi, Mas,” tanyaku masih tak percaya, berusaha tenang.

“Itu aja yang aku ingat, Umi,”

Waduh, berarti aku tertipu donk. Tenang dulu, di googling dulu. Jreng..jreng..

“Jangan percaya dengan tenaga kesehatan keliling yang menawarkan general medical check up dengan harga Rp, 50.000,-“

Ya sudahlah, tak apa, toh sudah dapat informasi baik juga tentang kesehatan, pikirku.

Googling lagi tentang obat yang kubeli. Green Lesus.

Apa?! Ini obat sembelit! Ya Allah, kenapa tadi enggak teliti bacanya!

Ish, pikir..pikir..pikir …keluarkan vibrasi positifnya, sisiku yang lain.

Ya sudah, enggak apa, mengeluarkan racun kan salah satunya melalui BAB mungkin itu maksudnya, batinku.

Googling lagi, ternyata obat itu dijual bebas di toko online. Harga beli tadi sama dengan harga beli di toko online plus ongkos kirimnya. Hufff, lumayan kalau di akhir bulan 😀

Ketiga wajah pemuda yang tadi sore datang berkelebat lagi, wajah lelahnya, ya mereka sedang berjualan sekaligus memberikan jasa pelayanan kesehatan. Meskipun akurasinya belum bisa ku ketahui. Ikhlas..ikhlas..ikhlas.

Tak apa, sebagian rezeki memang harus dikeluarkan, suka tidak suka, mau tidak mau. Ikhlas..ikhlas..ikhlas. Selalu ada hikmah di setiap kejadian ^_^

 

#TM10Najmubooks   #TM10Wrc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.