Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Gersangnya Hidup Tanpa Azan

Seumur-umur hidup di lingkungan muslim, tapi tidak bisa mendengar azan berkumandang itu, miris. Tragis.

Awal tinggal di Borneo, kami berada di lingkungan yang jauh dari masjid, dekat dengan semak belukar. Sepi? Iya. Asing? Iya. Tentu saja, biawak dan makhluk lain sudah pasti menjadi bagian dari tetangga.

Kenapa bisa berada di lingkungan yang seperti itu?

Karena pilihan dan belum ada yang lain (saat memilih di injury time). Di lingkungan itu airnya lebih bersih, ini yang memberatkan.

Sehari, dua hari, tiga hari, terasa biasa, masih beradaptasi. Tapi seminggu, sebulan dan beberapa bulan di lingkungan tersebut, baru merasakan ada yang hilang. Ruh iman yang meluntur dan  alarm kebaikan yang tak bergema.  

Iya, azan tidak terdengar atau telinga yang tersumbat pekatnya dosa? 

Ini musibah atau ujian?

Ya Ghoffar, ampuni kami …

Alhamdulillah, itu hanya berlangsung beberapa bulan saja, yang akhirnya kami pindah, bertetangga dengan masjid. Subhanallah, nyess langsung terasa bedanya. Sehari lima kali mendengar merdunya suara azan.

Azan dan masjid laksana telaga kesegaran untuk iman yang harus senantiasa diperbarui setiap saat. Hati dan iman yang mudah rapuh, meluntur, dan terkoyak membutuhkan alarm dan pengingat agar ia kembali ke Rabb nya.

Maka, bersykurlah masih bisa mendengar azan, bertetangga dengan masjid dan orang-orang yang saleh.

 

-Lifa Mira-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.