Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Mak, No Gawai Dulu Ya!

sumber gambar: google

Emak-emak zaman now serasa kurang pas saat ga pegang yang namanya gawai. Ibarat masakan, rasanya kurang pas bila belum ditaburi garam. Berinteraksi dengan gawai seakan sebuah kebutuhan. Mungkin bisa menjadi sebuah kewajiban bagi sebagian kalangan.

Iya tentu saja bisa dimaklumi, karena sebagian besar bisnisnya ada dalam genggaman. Semua urusan interaksi dengan usahanya, relasinya, resellernya, dan customernya semua ada di gawainya.

Saat sang emak memegang gawai, serius dengannya perhatian anak pun ikut tertuju ke benda yang di pegang emaknya. Fokus emak kadang mudah buyar saat sang anak ingin juga melihat apa yang di lakukan emaknya dengan gawai yang ada dalam genggamannya.

Si emak yang merasa terganggu kadang menjauh dari si anak, mudah tersulut emosi. Apalagi kalau anak-anak rame atau menangis ingin melihat. Sampai di titik ini, barulah tersadar sang emak kurang perhatian dengan anak-anak. Lebih perhatian dengan gawainya, dengan teman-teman mayanya.

Letakkan sejenak gawai, lihatlah sang anak butuh perhatian. Lihatlah mata beningnya yang lucu, lugu, dan masih fitrah. Akankan hari-hari kebersamaan dengan mereka di lewatkan begitu saja?

Masa anak-anak hanya sebentar. Anak-anak yang tadinya masih kita buai dalam ayunan. Anak-anak yang tadinya masih disuapai, masih dicium-cium. Tiba-tiba tak terasa sudah besar. Tak terasa mereka sudah tidak mau dipeluk. Tak terasa mereka sudah bisa mandiri. Tak terasa mereka sudah 10 tahun. Tak terasa mereka sudah tidak mau curhat tentang dirinya kepada kita. Tak terasa mereka sudah baligh. Tak terasa mereka sudah akan menikah.

Mak atur lagi yuk kapan pegang gawai dan kapan anak-anak bermain dengan kita. Sesibuk apapaun urusan kehidupan duniawi dengan gawai. Anak-anak kita lebih berhak atas diri kita. Allah Swt. telah mempercayakan mereka menjadi anak-anak kita. Itu berarti mereka adalah amanah yang kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.

Anak-anak kita berasal dari surga, adalah menjadi sebuah amanah bagi sang emak untuk bisa mengantarkan anak-anak kita kembali ke syurga-Nya. Selamat kehidupannya dunia dan akherat.

Saat ada kemudahan untuk mengendalikan dunia dalam genggaman, mengatur kehidupan dengan gawai. Maka, semoga dengan fasilitas itu, dengan amanah itu turut serta mengantarkan kita kepada kebaikan-kebaikan dunia maupun akherat. Mengantarkan kita pada ridho-Nya. Mengantarkan kita pada keharmonisan rumah tangga dan anak-anak yang terperhatikan.

Ah, ini cerita bukan tentang siapapun, ini adalah aku. Nasehat untuk diriku sendiri…

 

#TM10Najmubooks   #TM10Wrc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.