Melatih Emosi Anak Perempuan dengan Menyulam

Alhamdulillah, lama sekali tidak mengup date catatan ibu, insyaa Allah akan kembali merutinkan diri mengasah pena via blog ini.

 

Kali ini saya akan bercerita tentang aktivitas hs anak-anak kembali 🙂

Anak kami kedua adalah seorang perempuan berusia 6 tahun. Dalam kesehariannya dia suka memberikan pertanyaan yang tidak terduga. Emosinya masih belum stabil, maklumlah anak-anak.

 

Hal ini menjadi PR bagi saya ibunya untuk melatih kesabarannya sejak dini. Akhirnya diberikan alternatif pilihan prakarya yang sekiranya Husna sukai. Antara lain melipat, mewarnai, menggunting kertas, dan menyulam.

 

Diusianya yang 6 tahun, mewarnai sudah tidak menjadi trend buatnya. Dia lebih suka menggambar apa saja semaunya. Melipat kertas, belum bisa mengikuti alurnya. Kadang justru saya yang emosi karena tidak bisa-bisa. 😀

 

Menggunting kertaspun masih jarang-jarang dia mau. Pilihannya pada menyulam. Sulaman pertamanya bergambar hello kitty. Husna antusias sekali dengan hello kitty. Jadilah sulaman hello kitty perdanannya, alhamdulillah.

 

Awal-awal menyulam, Husna masih menyesuaikan diri. Melatih mengendalikan diri, bersabar memasukkan benang ke jarum. Bersabar memasukkan jarum dan benang ke kain, memberi jarak sulaman agar terlihat rapi. Alhamdulillah kini ia senang dengan aktivitas menyulam sebagai sarana melatih emosinya 🙂

 

Dan gambar ini adalah sulaman yang kesekian kalinya. Dia ingin menyulam gambar kupu-kupu. Maka digambarlah kupu-kupu oleh saya, dan dia menyulam dengan tekunnya.

sumber foto: dokumen pribadi

 

Leave a Comment

 

— required *

— required *