Memilih Sampel Hidup Bagi Wanita Pendidik

wanita penghulu syurga

sumber: petuabahagia.net

Menjadi wanita karier ataupun bekerja dirumah,saat sudah bersuami dan memiliki anak, ladang amal utama seorang wanita adalah dirumahnya.

Karena wanita adalah mara’athus shalihah, istri bagi suaminya, ummu madrosatun, madrasah aula bagi anak-anaknya.

Wanita adalah sekolah pertama yang meluluskan generasi rabbani, generasi sholeh/ah atau generasi bobrok. Hal ini sesuai dengan kadar keshalihan sang wanita sebagai pendidik.

Seorang filsuf Perancis mengatakan, ‘Sesungguhnya kaum pria adalah produk wanita. Jika kalian ingin generasi-generasi unggul dan agung, maka ajarilah wanita, apa itu keunggulan diri dan moral.’

Wanita yang unggul akan mengetahui posisi dirinya bagi kehidupan suaminya dan anak-anaknya. Seorang suami yang sukses karena ada peran wanita, istri.

Akan tetapi, terkadang wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya lupa pada siapa Dzat yang telah menganugerahkan kelebihan pada dirinya.

Hingga mereka bersifat angkuh, merasa paling banyak berkorban. Akhirnya wanita lebih banyak menuntut atas pengorbanannya.

Saat wanita berkarier di luar rumah, untuk tetap menjaga keseimbangan perannya sebagai ibu dan istri, maka ia memerlukan sampel wanita yang sukses mengelola rumah tangganya dan mendidik anak-anaknya serta bersinar di dunia kerjanya.

Demikian juga saat wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga, maka ia memerlukan sampel ibu rumah tangga yang sukses mendidik anak-anaknya, membersamai kesuksesan suaminya dan ia tetap berkiprah dalam kehidupan sosial masyarakat.

Hal ini bertujuan agar wanita-wanita tersebut menjadi orang yang bersyukur atas semua limpahan karunia-NYA. Bukan menjadi wanita yang kufur nikmat.

Contoh wanita yang berkarier di luar rumah dengan memiliki banyak anak, dan sukses kehidupan keluarga dan kariernya adalah ibu Yoyoh Yusroh (alm).

Beliau berhasil menjadi legislator di parlemen dan sekaligus mendidik anak-anaknya yang berjumlah 13 orang.

Beliapun berhasil mendukung dan membersamai suaminya dalam karier kehidupannya.

Adapun salah satu contoh wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan berhasil dalam mengembangkan kehidupan keluarga dan pribadinya adalah ibu Peni, seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Salatiga.

Beliaulah yang mendirikan IIP (Institut Ibu Profesiona). Beliau juga mendidik ketiga anaknya sendiri, homeschooling, dan ketiganya diusia 12 tahun sudah bersinar, menemukan jati diri dan masa depannya.

Banyak faktor yang menjadikan wanita itu tidak taat kepada Allah. Selain pemahaman ilmu yang terbatas juga kurangnya inisiatif dan semangat menuntut ilmu.

Jadi bagi wanita, apapun pilihan hidupnya dalam mengarungi kehidupan ini, tetaplah berilmu, menuntut ilmu, dan milikilah sampel kehidupan yang memberikan semangat untuk terus berkembang dan memberi manfaat untuk keluarga dan sesama.

Lebih dari itu, tetaplah meniru dan meneladani para wanita penghulu syurga, Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Rasululloh saw, dan Asiyah.

Leave a Comment

 

— required *

— required *