Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Mengenal Stanza-2 Lagu Indonesia Raya

sumber gambar: google

 

“Tahu enggak, lagu Indonesia Raya yang diciptakan WR. Supratman itu ternyata ada tiga jenis atau tiga stanza,” ucap suamiku suatu waktu.

“Masa? Tahu dari mana?” tanyaku penasaran karena biasanya buku santapan suami minim kaitannya dengan sejarah Indonesia.

“Itu dari bukunya Pak Mardigu. Lagu yang sering dinyanyikan dan sering kita dengar itu lagu stanza-1. Di situ ada kata tumpah darah, itu lebih cocok dinyanyikan saat kemerdekaan dulu, bukan sekarang. Makanya sampai sekarang sering terjadi ketidak harmonisan di masyarakat. Kalau sekarang lebih cocok lagu Indonesia Raya stanza-2, nanti kalau kondisi lebih baik, beralih ke stanza-3,” kata suamiku lagi.

Akupun mencoba memahami perkataan suami dan membuka buku yang dimaksud. Ternyata benar, membaca lagu stanza-1 yang sering dinyanyikan, memang serasa kurang pas. Salah satu contohnya, ada kata : Marilah kita berseru, marilah kita bersatu. Kesannya menurut Pak Mardigu, Indonesia itu belum bersatu, masih terpisah-pisah. Jadinya enggak kompak, seakan masih ribut terus.

Hmm, benar juga ya apalagi melihat kondisi negara kita sekarang…

Sekarang mari mengenal stanza-2 lagu Indonesia Raya.

            Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya

            Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya

            Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanya

            Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia

            Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya

            Bansanya, rakyatnya, semuanya

            Sadarlah hatinya, sadarlah budinya

            Untuk Indonesia Raya

            Indonesia Raya, merdeka, merdeka

            Tanahku, negeriku, yang ku cinta

            Indonesia Raya, merdeka, merdeka

            Hiduplah Indonesia Raya

 

Untuk lagu Indonesia Raya stansa-1, yang sering kita dengar, pasti sudah hafal semuanya kan, jadi enggak perlulah ku tulis lagi di sini ^_^

Kata-kata di lagu Indonesia Raya stansa-2 itu lebih bagus, lebih pas dan cocok untuk kondisi negara kita sekarang. Ada untaian rasa syukur:

            Tanah kita yang kaya

            Pusaka kita semua

            Mendoa Indonesia bahagia

            Suburlah jiwanya

            Sadar budinya

 

Subhanallah ya, kata-kata itu memang bisa menjadi madu ataupun racun.

Untuk lagu Indonesia Raya stanza 3, berlaku/ dinyanyikan bila lagu di stanza 2 sudah dinyayikan dan terwujud. Karena setiap stanza memiliki tingkat kebaikan tersendiri, dan lagu gubahan yang terbaik yang diciptakan WR.Supratman ada di stanza 3. Luar biasa.

Sumber: Sadar Kaya by Mardigu

#TM10Najmubooks   #TM10Wrc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.