Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Suara Hati

sumber gambar: google

 

“Kamu itu sudah menikah, punya anak-istri! jangan seperti anak kecil di hadapan ibumu! Jangan jadi anak manja di depan kakak perempuanmu! Jangan jadi orang lemah di depan mereka, aku tidak suka!

Aku mau langsung ke rumah orang tuaku, tanpa mampir dulu menengok ibumu! Kecuali dia mau ke ikut  dan menginap tiga hari di sana. Satu hari untuk keliling bersilaturahmi ke rumah sanak keluarga ku, agar mereka tahu kalau ibumu itu masih hidup! Bertahun-tahun kita menikah, tidak pernah sekalipun menunjukkan batang hidungnya! Bukankah dia sudah menikah berkali-kali?! Pasti sudah tahu rasanya jadi istri, jadi ibu! Dia tidak punya empati sama sekali!

 Jangan sekalipun kamu menyebut nama ibumu, di depanku! Aku tidak mau mendengarnya, aku tidak mau melihatnya.  Aku sedang tidak balas dendam, tapi aku tidak mau membiarkan hatiku dan diriku direndahkannya lagi! Cukup sudah aku depresi kalau melihatnya! Aku punya anak yang harus aku jaga dan dirawat, bukan sebagai tempat melampiaskan emosi setelah memendam kecewa ke ibumu!

Orang tuaku telah melahirkan, merawat dan membesarkanku, tak mengapa ibumu membenciku, tapi jangan pernah meremehkan dan merendahkan orang tuaku! Aku tidak akan pernah terima!

Rumah orang tuaku, tidak sejauh Yogya, tidak sejauh Mekah! Ongkos untuk ke sana pun tidak mahal!

Kalau kamu masih tidak menganggap  keberadaan orang tuaku, jangan pernah berharap aku mau menganggap keberadaan ibumu! Ibumu sudah mati bagiku! Ke rumah ibumu hanya mengantarkan anak lelakinya yang kangen, aku tidak pernah ingin berjumpa lagi dengan ibumu!

Ya Rabb, betapa dalam luka ini, kecewa ini, depresi ini, kemarahan ini…

Masih saja mengendap, belum sirna…

“Diamlah saat mertuamu berkata, tidak usah menjawab apapun. Selagi suamimu masih menyayangimu, tundukkan dirimu!” nasehat Bapak selalu menguatkan jiwaku

Ya Rabb, jagalah kedua orang tuaku…

Ya Rahman, Ya Wahab, Engkau Tuhanku, Engkau Maha Adil, Engkau Maha Menyembuhkan…

Paku sudah tertancap dalam, sekalipun dicabut  dan bekasnya di tambal, goresan itu masih tertinggal di sana.

Ikhlas…ikhlas..ikhlas..ikhlas..ikhlas…

#hanyasebuahsuarahatiyangtertahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.