Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Teguran yang Menyemangati ‘Homeschooling Ngirit (Hemat)’

Memulai homeschooling untuk anak-anak adalah sebuah keputusan yang dipertimbangkan panjang dan lama dengan mengumpulkan berbagai informasi dan referensi. Hingga akhirnya, untuk pendidikan anak-anak memilih sekolah rumah atau homeschooling.

Tanggal 6 Febuari 2016, adalah sebuah obrolan dengan tetangga yang menguatkan dari sebuah cibiran dan anggapan bahwa ‘kami miskin’. Tidak apa, memang kami miskin dan yang Maha Kaya hanyalah Allah.

Di tanggal itu, anak sulung kami yang berusia 6 tahun ingin bermain di rumah teman sebayanya.  Saya pun sebagai ibunya mengantarkan ke rumah teman sebayanya yang menurut kami bisa diajak berteman. Sebut saja namanya Deka.

Anak sulung kami laki-laki dan homeschooling sejak usia 5 tahun. Sebelumnya pra homeschooling. Wajahnya berbinar saat mau berkunjung ke rumah temannya. Entah mengapa perasaan saya saat itu tidak enak. Akhirnya sampailah didepan rumah Deka. Mengucapkan salam sampai beberapa kali tidak juga ada sahutan padahal pintu terbuka lebar.

Saat mau beranjak dari rumah Deka, neneknya keluar dan menyambut kami. Beliau mengatakan bahwa Deka dan ayah ibunya sedang keluar dan beliau baru saja mandi jadinya tidak terdengar. Kami berbincang-bincang sedikit dan nenek Deka bertanya ke saya.

“Sein mau disekolahkan dimana?” dengan mata penuh selidik.

“insya Allah mau di homeschoolingkan lagi.”

“Ijazahnya bagaimana?”

“insya alllah bisa pakai ijazah.”

“oh ya engga apa, asal bisa diajar sendiri, jadi ngirit (hemat).”

“Engga juga bu, kami berencana mengundang guru kerumah.”

Tertusuk-tusuk  ini hati, oh jadi selama ini mata selidik itu menganggap kami miskin karena hanya suami saja yang bekerja dan saya di rumah. Tak apa, kami memang miskin.

Keputusan homeschooling adalah keputusan yang bukan main-main. Kami tak rela anak-anak kami jadi korban bully disekolah. Kami tidak menginginkan anak-anak diasuh oleh neneknya sedangkan ayah ibunya bekerja.

Homescholing memang bisa hemat dalam waktu tertentu dan bisa mengeluarkan banyak biaya dalam waktu tertentu pula. Ketidaktahuan dan kurangnya ilmu memang menyakitkan baik buat yang tidak berilmu maupun yang berilmu.

Buat yang tidak berilmu, ketidak tahuan menjadikan dia tidak tahu arah, dan bisa jadi menyalahkan orang yang sudah tahu arah jalan hidupnya. Buat yang berilmu, ketidak tahuan akan menempa dirinya agar belajar dan terus belajar. Bersabar atas semua anggapan tidak baik orang-orang disekitarnya.

Berkata yang baik atau diam adalah sebuah nasehat Rosululloh yang mengena. Berkata yang baik akan menambah pahala, diam karena tidak tahu akan menjaga diri dari cemoohan orang dan menyakiti orang lain.

 

#TM10Najmubooks   #TM10Wrc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.