Catatan Ibu

Catatan Ibu

Bertumbuh dan Berbagi Di Sekolah Kehidupan

From the blog

Yakin Pada Diri Sendiri, Jangan Di Ruqyah!

sumber gambar : google

Beberapa kali bertemu dengan  teman-teman baru di Paringin, ujung dari obrolan adalah cerita makhluk lain dan ruqyah. Aku yang mendengarkan saja suka tersenyum geli sekaligus getir.

Kenapa begitu?

Pertama, karena cerita mereka lucu, aneh, bin ajaib. Melihat roman muka si pencerita yang begitu menggebu sampai keluar air mata, itu membuatku ingin tertawa. Tapi tentu saja ku tahan, tidak sopan. Mereka bercerita seolah sedang menggosipkan sesuatu. 😀

Salah satu temanku bercerita tentang horornya hutan-hutan di Balangan. Area RSUD  yang tadinya alas roban, area tempat tinggalku yang terkenal angker, dan sebagainya.

Cerita lucunya adalah, kisah tentang seorang pekerja yang sedang menoreh di kebun karet, hutan karet lah lebih tepatnya mungkin. Pohon karet di sini sudah terlihat menua, tapi masih saja di ambil getahnya. Subhanallah ya, salah satu nikmat sabar bertanam dan merawatnya, kini menuai hasil hingga bertahun-tahun lamanya.

Kembali lagi ke kisah pekerja itu. Dia konon sedang berada di hutan karet yang angker, di salah satu sudut  Balangan  dengan  mengendarai motor mau pulang. Dua kaca spionnya memberi tahu kondisi di belakangnya. Terlihat sekumpulan makhluk dengan gemerincing yang menyertainya sedang menuju arahnya. Si pekerja gemetar pucat, ia melajukan motornya dan membalikkan kaca spionya ke depan. Tak mau tahu apa yang ada di belakangnya, ia terus melaju.

Temanku yang bercerita, sambil tertawa menangis…

Aku sebenarnya ingin menyela, tak percaya. Tapi tercekat di tenggorokan, begitu ia menceritakan kehororan yang lain. Selama yang aku tahu, makhluk lain hanya bisa dalam hitungan detik saat ia muncul di hadapan manusia. Itupun membutuhkan energi luar biasa dari mereka, karena sudah berbeda dimensi.

Ujung-ujunganya ada yang berkata, ‘apa aku di ruqyah saja ya?”

Teman yang lain menimpali, ‘perbanyak baca al-matsurat saja’.

Akupun membenarkan dalam hati, lebih baik baca al matsurat. Perbanyak dzikir dan baca Al-Qur’an. Jangan pernah meminta sekalipun untuk di ruqyah. (ini yang kedua)

Pernah suatu waktu di Yogya dulu, aku bertanya pada salah satu ustad yang sedang meruqyah, “Bolehkah, meminta untuk di ruqyah?”  beliau menjawab, ‘tidak, dan sebaiknya jangan. Yakinlah pada diri sendiri untuk mampu melawan apa yang dirasa tidak nyaman.’

Benar saja, dalam sebuah kajian Ustad Adi Hidayat pun, beliau mengatakan jangan pernah meminta untuk di ruqyah. Yakinlah pada diri sendiri, lebih banyak dzikir dan mendekat pada Sang Maha Raja, Allah Swt.

Tidak meminta di ruqyah, sama dengan jihad bin nafs, melawan diri sendiri. Masing-masing manusia sudah pasti disertai jin qorin, berada dalam kondisi fujuroha wa taqwaha. Bismillah saja, yakin saja bisa melalui dan melawan apa yang tidak baik di dalam diri dengan pertolongan-Nya.

Ibaratnya, kita adalah pemegang kunci rumah kita, yang bebas mau memasukkan atau mengeluarkan siapa saja. Bila tidak yakin dengan kunci yang kita pegang, padahal kondisi pintu dan kuncinya masih bagus. Lalu meminta orang lain untuk mendobrak paksa pintu rumah karena tidak bisa terbuka. Maka rusaklah pintu itu. Meskipun bisa diperbaiki, tentu kondisinya tidak akan sama.

Yakinlah pada diri sendiri, karena kita makhluk-Nya yang istimewa. Jadi teringat dengan nasehat suami, pas cerita tentang horor di sini. Nasehat ini sudah pernah tertulis di tulisan sebelumnya,

“Kata Ustaz Khalid, kita itu adalah khalifatul fil ardh, pemimpin di muka bumi.  Jadi kalau masuk hutan, semua makhluk otomatis akan tunduk. Jangan kebalik.”

Tapi memang untuk mewujudkannya membutuhkan kebersihan aqidah dan keyakinan penuh kepada Sang Maha Kuasa, Allah Swt.

#TM10Najmubooks   #TM10Wrc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2015 CatatanIbu.com . All Rights Reserved.